Senin, 23 Desember 2019

MAKALAH PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

DOSEN PENGAMPUH :
Hendrik Furqon, M.pd


Di Susun Oleh :
Siti Makhmudah 18042002
Erin Novita Sari 18042041
Melli Apriana 18042042
Rizal Zamroni 18042044
Azzam Ghani Hidayatullah 26042027

UNIVERSITAS ISLAM DARUL ULUM LAMONGAN
PRODI MANAJEMEN 2018/2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami kanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat serta hidayah-Nya kami dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah yang berjudul “PENYUSUNAN KARYA ILMIAH” disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah “BAHASA INDONESIA” yang diampu oleh Bapak Hendrik Furqon, M.pd.
Kami telah berusaha semaksimal mungkin dalam mengerjakan makalah ini. Namun kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, mengingat keterbatasan kemampuan, pengetahuan maupun pengalaman kami. Oleh sebab itu kami selalu terbuka untuk menerima berbagai kritik dan saran yang membangun kita lebih maju dan berkembang menjadi lebih baik, sehingga kami dapat memperbaiki isi makalah ini serta kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terutama pembaca. Amin.


Lamongan, 05 April 2019


Penyusun







DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN           1
Latar Belakang           1
Rumusan Masalah           2
Tujuan Makalah           2
BAB II PEMBAHASAN           3
Pengertian Karya Ilmiah           3
Ciri-Ciri Karya Ilmiah           4
Jenis Karya Ilmiah           6
Sistematika Karya Ilmiah           7
BAB III PENUTUP         14
Kesimpulan         14
Saran         14
DAFTAR PUSTAKA         15










BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Karya ilmiah merupakan hasil tulisan yang menuruti suatu aturan tertentu. Aturan tersebut biasanya merupakan suatu persyaratan tata tulis yang telah dibakukan oleh masyarakat akademik Secara umum, proses penulisan karya ilmıah dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap perbaikan.
Sebagai hasil penelitian atau kegiatan ilmiah setiap karangan ilmiah mengandung komponen adanya masalah yang menjadi topic karangan ilmiah itu Adanya tujuan penelitian, metode penelitian, teori yang dianut, objek penelitian, instrumen yang digunakan, dan adanya hasil penelitian yang diperoleh Setelah kaidah ditemukan dan dirumuskan, kegiatan penelitian harus diwujudkan dalam bentuk laporan Hal ini dimaksudkan karena sasaran akhir penelitian adalah mengkomunikasikan hasil penelitian pada khalayak terkait Oleh karena itu, menulis laporan merupakan tahap akhir yang penting dalam penelitian, karena menulis laporan merupakan proses komunikasi yang membutuhkan adanya pengertian yang sama antara penulis dan pembaca.
Jadi, dapat disimpulkan belajar menulis karya ilmiah itu sangat penting Supaya di setiap proses dan tahapannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, pentingnya belajar menulis karya ilmiah juga dapat memperjelas sasaran atau tujuan dilaksanakannya penelitian sehingga dalam pembahasannya dapat disampaikan secara tepat dan mudah dipahami oleh pembaca.




Rumusan Masalah
Apa pengertian karya ilmiah?
Apa ciri-ciri karya ilmiah?
Apa saja jenis karya ilmiah?
Bagaimana sistematika karya ilmiah?
Tujuan
Makalah imi dreusun bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Serta memberi perjelasan kepada pembaca tentang karya ilmiah













BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah menurut Barnawi (2016:18), Robert Day dalam Barnawi (2016:18) menyatakan bahwa “a scientific paper is a written and published report describing original search results” Karya ilmiah adalah laporan yang ditulis dan dipublikasikan yang menggambarkan hasil temuan yang sebenarnya. Karya ilmiah harus ditulis dengan cara tertentu sesuai dengan tradisi, etika ilmiah, dan prosedur penerbitan.
Perlu diketahui bahwa pada saat sekarang telah terjadi pergeseran paradigma tentang karya ilmiah. Pada mulanya karya tulis ilmiah harus didasarkan atas suatu penelitian ilmiah. Saat ini telah berkembang paradigma baru yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah tidak hanya didasarkan atas penelitian saja. tetapi dapat pula didasarkan atas kajian masalah oleh para ahlinya. Memerhatikan hal tersebut, Hernowo dalam Barnawi (2016:18) menangkap dua rumusan yang berkaitan dengan suatu karya ilmiah sebagai berikut.
Suatu karya ilmiah harus memenuhi cara-cara berkomunikasi yang sudah dibakukan dan dalam menganalisis suatu permasalahan harus menggunakan prinsip-prinsip keilmuan.
Suatu tulisan bisa juga masuk dalam kategori karya ilmiah tanpa memenuhi kaidah-kaidah sebagaimana disebutkan pada rumusan pertama, asal di dalamnya terdapat "metode baru dalam menelaah suatu permasalahan dan kebaruan suatu permasalahannya”
Menurut Brotowidjoyo dalam Barnawi (2016:18)  karya ilmiah merupakan karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karangan yang disajikan berupa fakta-fakta apa adanya yang didukung dengan bukti-bukti empirik. Dengan kata lain, muatan karangan haruslah memuat kebenaran ilmiah. Sesuatu dapat dikatakan benar secara ilmiah apabila; sesuatu itu konsisten dengan apa yang dianggap benar sebelumnya, sesuatu itu sesuai dengan apa yang ada di lapangan, dan sesuatu itu memiliki nilai fungsi pada tataran praktis.
Sedangkan  karangan ilmiah menurut dalam Nasucha (2009:181) adalah karangan yang disusun berdasarkan satu hasil penelitian. Bukan berdasarkan hasil rekaan seperti cerpen, novel, atau karya sastra lain. Sebagai karangan hasil penelitian maka didalamnya harus ada kompenen (1) masalah penelitian, (2) metode ilmiah, (3) tujuan penelitian, (4) landasan teori penelitian, (5) objek penelitian, dan (6) hasil penelitian. Di samping itu, sebuah karangan ilmiahjuga harus disertai dengan sebuah daftar pustaka acuan.
Sehingga dari beberapa pengertian di atas kami dapat menyimpulkan bahwa karya ilmiah adalah hasil dari pemikiran dari ilmuan yang ingin membuktikan secara nyata dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi melalui membaca, pengalaman, dan penelitian yang disusun membentuk suatu karangan yang didalamnya harus ada  kompenen (1) masalah penelitian, (2) metode ilmiah, (3) tujuan penelitian, (4) landasan teori penelitian, (5) objek penelitian, dan (6) hasil penelitian.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji dari minimal empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan subtansi, sikap aspek,serta penggunaan bahasa. Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri atas bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri atas beberapa bab atau sub topik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindakan lanjut gagasan tersebut.
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya. Namun, semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar Pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan/istilah dan kalimat - kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Karya ilmiah berbeda dengan karya tulis jurnalistik. Karya tulis ilmiah juga berbeda dengan karya tulis prosa fiksi. Perbedaan itu terlihat pada hal hal-hal berikut.
Apabila karya tulis jurnalistik mendeskripsikan objek atau menceritakan peristiwa sebagai tujuan utama penulisan, peristiwa sebagai bukti yan mendasari penyimpanan sebuah teori. Karena itu, tugas jurnalis adalah "memfoto" Fenomena apa adanya, tanpa diikuti komentar atau analisis teori. Sebaiknya, tugas ilmuan atau akademisi adalah menganalisis fenomena berdasarkan teori tertentu.
Apabila karya tulis prosa fiksi menonjolkan ekspresi emoai atau perasaan, karya tulis ilmiah menonjolkan ekspresi emosi akal pikiran. Karena itu, pengarang prosa fiksi bebas mengekspresikan analisis logis dan objektif.
Apa pun jenis karya ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan atau akademisi  sebagaimana telah diuraikan pada bagian sebelumnya  harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut.(Ghufron dkk. 2016:130)
Objektif
Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Selain itu setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek kebenaran dan keabsahannya. (Ghufron dkk. 2016:131)
Netral
Kendaraan ini bisa dilihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Karena itu pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau, mempengaruhi pembaca dihindarkan. (Ghufron dkk. 2016:131)
Sistematis
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan  tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. (Ghufron dkk. 2016:131)
Logis
Kegiatan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakanny, pola nalar induktif atau deduktif. kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif.sebalikny, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesi,digunakan pula deduktif. (Ghufron dkk. 2016:131)
Menyajikan Fakta
Setiap pernyataan uraian atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. karena itu pernyataan atau ungkapanyang emosional (menggebu-gebu seperti berkampanye, perasaan sedih seperti seorang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah,  dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan. (Ghufron dkk. 2016:132)
Jenis Karya Ilmiah
Berdasarkan tingkat akademiknya, karangan ilmiah dapat dibedakan di atas: (1) laporan, (2) makalah, (3) artikel, dan (4) skripsi, tensis, disertasi.



Laporan
Laporan adalah karangan yang dibuat setelah seseorang melakukan eksperime, peninjauan atau survei ,observasi, pembacaan dan penelitian buk, penelitian dan lain-lain. Informasi yang disampaikan dalam laporan bisa bermacam-macam. isinya bisa berupa hasil pengkajian atau analisis suatu masalah yang berkembang di masyarakat atau mengemukakan serta menemukan hasil penelitian. (Ghufron dkk. 2016:133)
Makalah
Makalah sering juga disebut kertas kerja ialah jenis karya tulis yang memerlukan studi baik secara langsung misalnya observasi lapangan ataupun secara tidak langsung studi kepustakaan (Parera dalam ghufron 2016:133). Makalah ilmiah Dapat dibaca dan dibahas dalam pertemuan ilmiah seminar simposium konferensi konferensi diskusi akademik dan sebagainya makalah biasanya disusun dengan sistematika sebagai berikut; (1) judul,(2) abstrak, (3) pendahuluan, (4) isi atau pembahasan, (5)simpulan, dan (6)daftar Pustaka. (Ghufron dkk. 2016:133)
Artikel
Artikel merupakan gagasan tertulis dari penulis tentang suatu permasalahan yang didasarkan pada kajian Pustaka atau hasil penelitian. Artikel merupakan diseminasi pemikiran dari ahli atau seseorang yang secara intens mengamati permasalahan tertentu (pengamat). Artikel hampir mirip dengan makalah yang membedakan adalah ruang publikasinya.apabila makalah disampaikan dalam forum seminar atau Workshop, artikel dipublikasikan di media massa (koran atau majalah, yang biasa disebut artikel ilmiah populer). (Ghufron dkk. 2016:134)
Skripsi, Tesis, Disertasi
Skripsi, tesis,  dan disertai  merupakan karya ilmiah yang ditunjukkan untuk mengakhiri studi perguruan tinggi merupakan tugas akhir bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan. Tesis merupakan tugas akhir bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan. Disertasi merupakan tugas akhir bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan. Tugas akhir ini berupa hasil penelitian dari bidang tertentu (sesuai dengan jurusan atau program studi yang diambil) yang kemudian diwujudkan secara lisan untuk memperoleh derajat kelulusan dan kelayakan karya tersebut. (Ghufron dkk. 2016:135)
Sistematika karya ilmiah
Karya  ilmiah yang lengkap memiliki bagian-bagian sebagai berikut:
Bagian Awal
Halaman sampul depan
Halaman judul
Halaman Persetujuan
Halaman Pengesahan
Halaman Pernyataan
Abstrak (bahasa indonesia)
Abstract (bahasa inggris)
kata pengantar
Daftar isi
Daftar Tabel ( jika ada)
Daftar Gambar ( jika ada)
Daftar Lampiran


Bagian Utama
Bab I Pendahuluan
Bab II Kajian Pustaka
Bab III Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab V Penutup ( simpulan dan saran)
Bagian Akhir
Daftar pustaka
Lampiran
Bagian utama merupakan bagian yang berisi bab - bab utama karya ilmiah. Penulisan nama ilmiah mengikuti sistematika sebagai berikut.
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Penelitian
Definisi Operasional
BAB II KAJIAN PUSTAKA




BAB III METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Data dan Sumber Data
Pengumpulan Data
Penganalisian Data
BAB IV HASIL PENELITIAN Manfaat DAN PEMBAHASAN
(disesuaikan dengan rumusam masalah yang dibahas dalam karya ilmiah)
BAB V PENUTUP
Simpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri atas latar belakang masalah,  rumusan masalah,tujuan penelitian, dan definisi operasional.
Latar belakang masalah memaparkan alasan-alasan Mengapa masalah dan tujuan penelitian itu menjadi fokus penelitian. Masalah harus tersurat  secara jelas substansi permasalahan (akar permasalahan) yang dikaji dalam penelitian. cara operasional permasalahan penelitian yang dimaksud gayun relevan dengan rumusan masalah yang diajukan pokok isi paparan latar belakang masalah hendaknya mampu meyakinkan pihak lain terutama pembimbing konsultasi dan penguji unsur yang perlu di paparkan dalam latar belakang masalah penelitian sekurang-kurangnya memuat hal-hal berikut:  penjelasan dan/  atau alasan mengapa masalah yang diteliti itu penting dan menarik:  beberapa bukti bahwa masalah yang diajukan belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan. harus dijelaskan bahwa masalah yang akan diteliti belum pernah diteliti oleh siapapun dan juga merupakan penelitian ulang replikasi harus di Jelaskan alasan mengapa hal itu dilakukan:  kedudukan masalah yang diteliti dalam konteks permasalahan yang lebih luas dengan memperhatikan perkembangan bidang yang dikaji:  penelitian Penelitian yang mendasarinya atau relevan yang bersumber dari terbitan berkala ilmiah atau temuan lapangan yang berhubungan dengan masalah.
Pada umumnya rumusan masalah disajikan secara terpisah dari latar belakang masalah dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan  masalah ini memiliki peran penting karena memperlihatkan kesiapan akademik mahasiswa dalam penyusunan rancangan penelitian. dalam penelitian kualitatif, rumusan masalah dapat diganti dengan fokus penelitian.
Tujuan penelitian ini harus relevan dengan rumusan masalah. Rumusan tujuan penelitian harus memberikan gambaran tentang apa yang akan dicapai setelah peneliti dilakukan.
Manfaat penelitian meliputi manfaat teoretis dan manfaat praktis. Manfaat teoretis merupakan penjelasan manfaat penelitian bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi. Manfaat praktis merupakan penjelasan manfaat penelitian bagi bangsa dan negara/sekolah/penentu kebijakan atau masyarakat pada umumnya.
Kata-kata penting yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran perlu diberi batasan (definisi) sesuai dengan maksud pemakaian kata tersebut. Kata-kata yang perlu diberi batasan adalah kata-kata penting yang tercantum pada judul dan rumusan masalah. (Ghufron dkk. 2016:137)
Kajian Pustaka
Kajian pustaka berisi kajian dan/atau analisis teoretis untuk menyusun kerangka pemikiran teoretis dalam upaya pemecahan masalah penelitian serta pencapaian tujuan penelitian. Pada dasarnya kajian pustaka mencakup (1) kajian literatur yang gayut dengan masalah dan/atau fokus penelitian dan (2) penyusunan kerangka teoretis atau kerangka konsptual penelitian yang dikembangkan oleh peneliti.
Isi kajian pustaka hendaknya gayut dengan permasalahan yang diteliti serta mampu memberikan gambaran tentang (a) posisi (kedudukan) permasalahan penelitian dalam mata rantai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atau kedudukannya dalam konteks permasalahan yang lebih besar terkait dengan bidang yang dikaji, (b) sasaran dan target pemecahan masalah kehidupan serta manfaatnya bagi perkembangan kehidupan manusia sejalan dengan perkembangan zaman, (c) melandasi pemikiran metodologis terutama dalam menetapkan rancangan penelitian serta pengembangan instrumen penelitian.
Bahan yang dikaji antara lain bersumber dari buku, majalah ilmiah dan jurnal, makalah seminar, kebijakan hukum, dan perundang undangan, hasil penelitian, serta informasi lewat internet. Khusus pengajian hasil penelitian yang relevan, baik hasil penelitian tersebut telah disajikan pada suatu jurnal atau masih berbentuk buku laporan penelitian, pengajian atau analisisnya disatukan dengan bahan kajian yang lain sesuai dengan pokok analisis teoretis yang dibahas. Dengan kata lain, kajian hasil penelitian tidak disajikan secara terpisah dari kajian pustaka yang lain dalam suatu bab tersendiri. (Ghufron dkk. 2016:138)
Metode Penelitian
Pada bagian ini minimal dipaparkan hal-hal berikut: rancangan penelitian, data dan sumber data, pengumpulan data, dan penganalisisan data. Rancangan penelitian harus memapaparkan pendekatan dan jenis penelitian yang dipililh oleh peneliti. Pada bagian data dan sumber data harus dijelaskan data apa saja yang akan dikumpulkan. Data itu harus sesuai dengan rumusan masalah karena digunakan untuk menjawab rumusan masalah. Sumber data juga harus disebutkan secara jelas. Bagian pengumpulan data ini berisi metode atau teknik yang dipilih, instrumen yang digunakan, dan prosedur yang dilakukan. Pada bagian penganalisisan data harus dipaparkan metode atau teknik penganalisisan data serta prosedur atau langkah-langkah konkret dalam penganalisisan data. (Ghufron dkk. 2016:139)
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Hasil penelitian ditulis secara berurutan dalam sub-subbab sesuai dengan tata urutan rumusan masalah. Hasil penelitian hendaknya ditata saling berkaitan untuk menjaga agar tesis dapat dibaca secara runtut, terintegrasi, dan merupakan dokumen yang menyatu.
Bagian Pembahasan antara lain memberikan penjelasan tentang ketidak tercapaiannya tujuan yang diharapkan kejanggalan yang mungkin muncul dari hasil analisi fisibilitas penerapan hasil di lapangan, dan berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan hasil analisis yang mengarah ke penarikan simpulan dan saran.
Hal yang lebih penting lagi harus ditulis di bagian ini adalah pembahasan hasil penelitian dalam kaitannya dengan hasil penelitian lain, misalnya dengan menyatakan, "Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh ...." atau "Hasil penelitian ini merevisi hasil penelitian sebelumnya tentang ....”
Pada bagian ini peneliti juga memberikan argumentasi terhadap hasil yang diperoleh, misalnya dengan cara mengaitkan hasil penelitian dengan teori dan hasil penelitian yang relevan yang sudah dibahas pada bagian Kajian Pustaka. (Ghufron dkk. 2016:)
Penutup
Bagian ini terdiri dari subbab simpulan dan saran yang dinyatakan secara terpisah. Simpulan berisi paparan singkat tentang hasil penelitian yang merupakan jawaban dari rumusan masalah. Perumusan simpulan penelitian harus sesuai dengan tata urutan rumusan masalah. Saran yang diajukan harus operasional dan relevan dengan simpulan penelitian dan manfaat penelitian. Saran yang bersifat teoritis dan abstrak harus dihindari bobot suatu hasil penelitian terletak pada kualitas saran yang diusulkan. (Ghufron dkk. 2016:140)
Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan daftar buku atau referensi yang dirujuk dalam mempersiapkan penelitian dan penulisan tesis. Semua buku, majalah ilmiah, jurnal, atau dokumen lainyang dirujuk dalam mempersiapkan penelitian dan penulisan tesis tersebut disajikan dalam bentuk daftar pustaka. (Ghufron dkk. 2016:141)
Lampiran
Lampiran memuat hal-hal yang perlu disertakan untuk lebih memperjelas isi penelitian. Hal-hal yang perlu dilampirkan misalnya instrumen penelitian, kuesioner, transkip hasil wawancara, korpus data, perhitungan statistik, dan surat izin penelitian. (Ghufron dkk. 2016:141)











BAB III
PENUTUP
Simpulan
karya ilmiah adalah hasil dari pemikiran dari ilmuan yang ingin membuktikan secara nyata dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi melalui membaca, pengalaman, dan penelitian yang disusun membentuk suatu karangan yang didalamnya harus ada  kompenen (1) masalah penelitian, (2) metode ilmiah, (3) tujuan penelitian, (4) landasan teori penelitian, (5) objek penelitian, dan (6) hasil penelitian.
Ciri-ciri karya ilmiah dikaji dari empat aspek, yaitu struktur sajian, komponen dan subtansi, sikap aspek,serta penggunaan bahasa. Struktur sajian. karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar Pustaka. enis karya ilmiah yang ditulis memiliki ciri-ciri seperti objektif, netral, sistematis, logis, dan menyajikan fakta.
karangan ilmiah dibagi menjadi laporan, makalah, artikel, skripsi, tensis, dan disertasi. Laporan adalah karangan yang dibuat setelah seseorang melakukan eksperime, peninjauan atau survei ,observasi, pembacaan dan penelitiaan buku, penelitian dan lain-lain. Makalah ialah jenis karya tulis yang memerlukan studi baik secara langsung, makalah ilmiah Dapat dibaca dan dibahas dalam pertemuan ilmiah seminar simposium konferensi konferensi diskusi akademik. Artikel merupakan gagasan tertulis dari penulis tentang suatu permasalahan yang didasarkan pada kajian Pustaka atau hasil penelitian. Serta Skripsi, tesis,  dan disertai  merupakan karya ilmiah yang ditunjukkan untuk mengakhiri studi perguruan tinggi merupakan tugas akhir bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan.
Karya  ilmiah yang lengkap memiliki bagian-bagian seperti bagian awal, bagian utama, bagian akhir. Bagian pendahuluan terdiri atas latar belakang masalah, rumusan masalah,tujuan penelitian, dan definisi operasional. Kajian pustaka berisi kajian dan/atau analisis teoretis untuk menyusun kerangka pemikiran teoretis dalam upaya pemecahan masalah penelitian serta pencapaian tujuan penelitian. Metode ilmiah memaparkan rancangan penelitian, data dan sumber data, pengumpulan data, dan penganalisisan data. Hasil penelitian dan pembahasan ditulis secara berurutan dalam sub-subbab sesuai dengan tata urutan rumusan masalah. Penutup terdiri dari subbab simpulan dan saran yang dinyatakan secara terpisah. Daftar pustaka merupakan daftar buku atau referensi yang dirujuk dalam mempersiapkan penelitian dan penulisan tesis. Lampiran memuat hal-hal yang perlu disertakan untuk lebih memperjelas isi penelitian.
Saran
Bagi mahasiswa dan mahasiswi yang akan membuat karya ilmiah,sebaiknya memahami syarat-syarat penting dalam penulisan karya imiah terlebih dahulu, agar dapat menulis karya ilmiah demgan baik dan benar. Bagi para dosen, Pembimbing atau pengajar sebaiknya memberikan arahan serta bimbingan yang jelas mengenai penulisan karya ilmiah. Penulis menganggap bahwa penyusunan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat mendidik dan memotivasi sangat penulis harapkan demi perbaikan masalah selanjutnya.















DAFTAR PUSTAKA
Barnawi, dkk. 2017. Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta. Ar-Ruzz Media.
Ghufron, Syamsul, dkk. 2016. Kompeten Berbahasa Indonesia Edisi Revisi. Lamongan:CV Pustaka Ilalang Lamongan.
Nasucha, Yakub, dkk, 2009. Bahasa Indonesia Untuk Penulisan Karya Ilmiah, Media Perkasa Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar